Jumat, 01 Maret 2013

Dituduh Cabuli Siswi M, Guru T Malah Tuding Guru Lain

Ilustrasi pelecehan seksual
Guru T, Wakil Kepala Sekolah SMA 22 Bidang Kesiswaan non aktif, membantah melakukan pencabulan terhadap siswi berinisial M. Menurut dia, selama ini M justru berpacaran dengan Guru Geografi berinisial Y.

"Sejak kelas XI, ada guru berinsial Y berpacaran dengan siswi berinisial M. Kalau mau jujur, itu sudah diketahui secara umum, sudah jadi rahasia umum," ujar Guru T saat menggelar jumpa pers, Jumat 1 Maret 2013.

Menurut Guru T, siswi M kerap datang ke sekolah pada malam hari. Sedangkan, Guru Y kerap pulang dari sekolah malam hari. "Siswi ini sering datang malam-malam. Sedangkan bapak ini (Guru Y) sering pulang malam-malam, padahal dia bukan pimpinan. Bisa tanya ke petugas atau pesuruh sekolah yang sering melihat itu," ungkap Guru T.

Guru T bahkan mengaku mendengar informasi bahwa Guru Y mengintimidasi siswi M. Guru Y mengancam akan mengurangi nilai pelajaran siswi M jika melaporkan perbuatan asusila tersebut. "Ada informasi intimidasi oleh Guru Y akan mau menghabisi dengan menggencet nilainya kalau yang bersangkutan mau melaporkan," kata Guru T.

Guru T juga mengaku, justru dirinya ingin melindungi M dengan cara melaporkan kisah cinta Guru Y dan siswa M tersebut ke pimpinan sekolah. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan segenap pimpinan sekolah. "Seluruh pimpinan sudah melaporkan ke pihak sekolah bahwa Bapak Y ini berpacaran dengan siswi M," tutur dia.

Guru T menambahkan, M pernah mengatakan akan mengakhiri hubungannya dengan Guru Y karena Guru Y diketahui selingkuh dengan seorang janda. "Saya tidak akan membela diri, tapi itulah kenyataannya. Sekali lagi saya menginginkan dia lulus dengan nilai yang memuaskan seperti yang dia inginkan," tegas Guru T.

Sementara itu, Guru Y membantah tudingan yang menyebut bahwa dirinya memiliki hubungan spesial dengan siswi M. Y mengaku tidak pernah membawa M ke sekolah malam hari. Dia mengaku hanya membawa siswi M ke sekolah pada sore hari dengan alasan ada hal yang akan dibicarakan.

"Kalau mengajak siswi ke luar atau bawa ke dalam sekolah itu tidak benar. Memang ada beberapa mahasiwa yang datang ke SMA 22 mau bimbing karya ilmiah atau tugas akhir karena saya di UNJ jadi dosen tidak tetap," kata Guru Y.

Menurut Guru Y, siswi M pernah bercerita tentang tindakan asusila yang dialaminya saat rombongan sekolah pergi ke Bali. "Pernah dia sempat menyinggung soal itu, tapi saya nggak punya kemampuan untuk mengetahui hal itu," ungkap dia. (adi)

Selasa, 26 Februari 2013

Kemaluan Anaknya Kecil, Ibu Ini Tega Bunuh Buah Hati

Ilustrasi pembunuhan
Seorang ibu rumah tangga berinisial RP, 34 tahun, tega membunuh anak kandungnya sendiri yang bernama Viki Rizka (9) karena kesal. Menyesali perbuatannya, dia kemudian menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan peristiwa itu terungkap siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi di rumah pelaku di kawasan Klender, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Modus pembunuhan sementara pelaku malu dengan kemaluan anaknya yang sehabis disunat semakin kecil," ujar Rikwanto, Selasa, 26 Februari 2013.

Menurutnya, pelaku membunuh dengan cara mengikat tangan anaknya. Lalu kepala korban dibenamkan di ember bak kamar mandi. Setelah tidak bernafas, Viki diangkat dan dilap. Korban langsung dipakaikan baju.

Setelah itu, pelaku menjemput anaknya yang lain ke sekolah. "Kemudian pelaku datang ke polres menyerahkan diri dan melaporkan bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya," kata Rikwanto. (eh)

Minggu, 24 Februari 2013

Berkenalan Lewat Facebook, Pelajar Bawa Kabur ABG

Setelah berkenalan lewat Facebook, seorang pelajar membawa kabur ABG.
Kasus pelecehan seksual dengan modus berkenalan lewat Facebook kembali menelan korban. Kali ini, seorang siswi di Depok yang jadi sasarannya. Tak hanya dibawa kabur, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMK itu pun mengaku telah digauli pelaku sebanyak 3 kali. Ironisnya, aksi bejat tersebut dilakukan oleh pelaku yang ternyata masih berstatus pelajar, F. Ditemui di Mapolsek Sukmajaya, remaja tanggung itu pun hanya bisa tertunduk lemas. Data yang dihimpun VIVAnews menyebutkan, kasus pelecehan itu terjadi melalui perkenalan keduanya di Facebook. Hanya butuh empat hari, bagi F membujuk korbannya untuk bertemu di sebuah tempat di Sawangan, Depok. Dibawah ancaman dan paksaan, korban pun tak kuasa menahan ajakan pelaku untuk menginap di rumahnya. Di rumah pelaku itulah, korban menjalani hubungan intim layaknya suami istri sebanyak tiga kali. "Kami melakukannya di rumah saya. Dia saya bawa ke rumah. Orangtua saya tahu. Kami sudah melakukannya tiga kali. Kalau dia nggak mau menuruti permintaan saya, ya saya ancam putus," ucap F di Mapolsek Sukmajaya, Sabtu 23 Februari 2013. Namun apes bagi F, ibunda korban ternyata melapor ke polisi yang kemudian ditindak lanjuti dengan tertangkapnya pelaku di kawasan Sawangan Depok. Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan polisi. Pelaku bakal terancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman di atas 9 tahun penjara. "Karena melibatkan dua anak di bawah umur maka kasusnya kami limpahkan ke Mapolresta Depok, unit perlindungan perempuan dan anak," kata Kapolsek Sukmajaya Komisaris Fitria Mega.

Rabu, 20 Februari 2013

Rasyid Rajasa Membantah Keterangan Saksi

Rasyid Rajasa
Sidang kasus kecelakaan maut dengan terdakwa M. Rasyid Amirullah Rajasa, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 21 Febuari 2013. Agenda persidangan kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi.

Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan memanggil lima orang saksi yang berada di lokasi kejadian. Rasyid yang mengenakan kemeja putih terlihat didampingi ibu kandung dan kakaknya.

Saksi pertama yang dihadirkan jaksa adalah petugas Jasamarga bernama Unggul Budi Raharja. Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Unggul menjelaskan, saat berada di lokasi kejadian, sudah ada dua orang tergeletak.

"Ketika saya sampai di TKP pukul 05.45 WIB, lalu saya melihat ada dua orang yang ada di jalan, kemungkinan jatuh dari mobil. Tetapi saya tidak melihat mobil apa yang ditumpangi mereka. Dua orang itu, lelaki yang sudah tergeletak dan ditutupi koran dan seorang ibu yang duduk," kata Unggul.

Saat itu dia sedang melakukan patroli dengan rekannya. Tiba-tiba melihat ada kecelakaan dan langsung menutup lajur paling kanan. Karena saat itu, mobil BMW berada di posisi tersebut.

Usai melihat kejadian itu, Unggul langsung menghubungi petugas PJR dan rumah sakit untuk dibawakan mobil ambulan. Di TKP, dia juga tidak melihat ada mobil Luxio. Belakangan dia ketahui bahwa mobil tersebut sudah berada di poll derek.

"Saat itu memang kondisi jalanan tidak begitu ramai, makanya saya langsung menurunkan traffic cone supaya tidak ada kecelakaan susulan," jelasnya.

Unggul juga menyakini Rasyid berada di lokasi kejadian dan sempat berbicara dengan seseorang laki-laki dan akan bertanggungjawab. Unggul memperkirakan jika kecepatan kendaraan sekitar 100 km per jam.

Hal itu disimpulkan mengingat kondisi jalan yang masih sepi. Mobil Rasyid dipindahkan ke jalur sebelah kiri agar kendaraan lain bisa melintas.

Mendengar keterangan tersebut, Rasyid membantah keterangan saksi yang menyatakan jika mobilnya didorong. "Mobil saya tidak ada yang mendorong ke lajur 4, mobil itu langsung dibawa ke poll derek. Dan saya bertanggungjawab," jelas Rasyid.

Minggu, 17 Februari 2013

Peluncuran Buku Ras Muhammad Ricuh

Penyanyi reggae, Ras Muhammad
- Peluncuran buku "Negeri Pelangi" karya musisi Reggae, Ras Muhammad, diwarnai kericuhan, Minggu malam, 17 Januari 2013. Acara yang digelar di Cafe Teebox, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu terpaksa bubar.

Acara itu diwarnai kericuhan para pengunjung yang tidak kebagian tiket memaksa masuk. Polisi kemudian datang meredam. Petugas berbaju cokelat itu sampai-sampai menyemprotkan gas air mata.

Ceritanya, sekitar pukul 20.00, sebuah band menyuguhkan lagu memeriahkan suasana. Ratusan pasang mata asyik menikmati sajian ketika tiba-tiba suara ricuh terdengar dari arah pintu masuk kafe itu.

"Saya keluar, sudah ada semburan gas air mata. Rupanya, polisi membubarkan massa," kata Dipa Kalbudi, Manajer Ras Muhammad, kepada VIVAnews.

Dipa segera mencari tahu apa yang terjadi. Rupanya penggemar Ras Muhammad yang datang melebihi kapasitas ruang. "Mereka yang tidak memiliki tiket memaksa masuk, jadinya pecah keributan ini," katanya.

Kericuhan itu membuat acara tidak bisa dilanjutkan. Sejumlah panitia kini tengah menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resort Jakarta Selatan. "Saya baru menjalani interogasi kepolisian," kata Dipa.

Menurut Dipa, kericuhan itu terjadi spontan, bukan ada serangan pihak tertentu yang sengaja mengacau. Setelah insiden itu, sejumlah pengunjung pingsan.

Sabtu, 16 Februari 2013

Lagi, Perampokan Minimarket di Jakarta Terekam CCTV

Aksi perampokan terekam CCTV
Perampokan di minimarket kembali terjadi di Jakarta. Kali ini menimpa Indomaret di Jalan Pejagalan Satu RT 14 RW 5, Pekojan Tambora, Jakarta Barat. Aksi para pelaku ini terekam oleh CCTV yang terpasang didalam toko.

Dalam rekaman CCTV terlihat dua pelaku berniat mengambil mesin ATM Mandiri. Mereka mencongkel mesin ATM menggunakan linggis dan alat bantu lainnya. Namun, usaha itu gagal. Karena gagal, perhatian mereka beralih ke barang dagangan di toko. Para perampok itu kemudian mengambil puluhan rokok.

Petugas keamanan minimarket, Arta, mengatakan aksi itu baru diketahui pada pagi hari, Sabtu 16 Februari 2013. Saat toko dibuka, tempat tersebut kondisinya sudah berantakan.

"Saya temukan benda tajam sepeti linggis serta mesin ATM terlihat rusak. Diperkirakan perampokan terjadi pada Sabtu dini hari," ujar Arta dilokasi kejadian.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Belum diketahui jumlah kerugaian atas peristiwa tersebut. Kasus ini tengah diselidiki Polsek Metro Tambora. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diketahui menggunakan penutup wajah dan sarung tangan. Pelaku diduga masuk dengan merusak pintu belakang.

Kamis, 14 Februari 2013

Polisi Reka Ulang Kasus Bayi Tewas di Puskesmas

Polisi akan melakukan rekonstruksi kejadian tersebut.
Polisi menetapkan status tersangka kepada A (30), ibu kandung Alafah Miftahul Huda, balita yang tewas di dalam bak kamar mandi Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Selama diperiksa, A selalu mengubah keterangannya terkait insiden itu. Untuk memastikan kejadian sebenarnya, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian.

"Nanti kami adakan prarekonstruksi kemudian rekonstruksi setelah pemeriksaan selesai. Kami juga akan melakukan tes kejiwaan kepada yang bersangkutan mengingat dia pernah menjadi salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Grogol," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Jumat 15 Februari 2013.

Dijelaskan Rikwanto, kejadian itu bermula saat A bersama anaknya mendatangi Puskesmas Kebon Jeruk karena bocah dua tahun itu sakit. Bukannya masuk untuk mengantre seperti warga lainnya, A malah langsung ke kamar mandi.

Berdalih terpeleset karena lantai licin, tersangka mengaku jatuh di kamar mandi, sedangkan anaknya masuk ke dalam bak penampungan air. Dalam keadaan panik, A kemudian membuka penutup air bak itu. Entah apa yang dipikirkan sehingga melakukan hal itu.

"Yang pasti, dia keluar dari kamar mandi dengan basah kuyup dan anaknya sudah kaku. Awalnya tersangka tidak mau memeriksakan kondisi anaknya ke dokter, tetapi karena dipaksa oleh petugas keamanan puskesmas akhirnya mau dan dokter menyatakan jika korban sudah meninggal dunia," kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, A memang sudah bercerai selama 10 bulan dengan ayah kandung korban. Meski bercerai, tetapi A tinggal tidak terlalu jauh dari rumah mantan suaminya. Pada hari Rabu pagi, tersangka datang ke rumah mantan suaminya dan ingin memegang anaknya, tetapi dilarang.

Anak itu kemudian diberikan kepada ibu mantan suaminya. Tapi saat bersama orang tua mantan suami A, Alafah bisa diambil dan tersangka membawanya ke puskesmas karena sakit. A kini masih mendekam di Polsek Metro Kebon Jeruk. Polisi menetapkan pasal 359 KUHP terkait kelalaian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

20 Akta Lahir Diterbitkan untuk Sindikat Penjualan Bayi

Polres Jakarta Barat tangkap ibu pembeli bayi
Polres Metro Jakarta Barat masih mendalami keterangan dari staf Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat. Oknum itu diduga terlibat dalam sindikat perdagangan bayi.

Berdasarkan pengakuan staf Dukcapil berinisial J, dia sudah bekerjasama dengan koordinator perdagangan bayi sejak tahun 1990. "Jumlah akta yang sudah dikeluarkan sebanyak 20 dengan dokumen penunjang yang palsu," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Kamis 14 Februari 2013.

Awalnya, kata Rikwanto, J mengaku baru satu kali mengeluarkan akte itu, tetapi setelah dilakukan pendalaman, lebih dari itu. Meski telah mendapatkan pengakuan tersebut, penyidik belum menetapkan satupun tersangka dari Dukcapil.

Selain menyasar Dukcapil, kata Rikwnato, penyidik juga akan meminta keterangan dari Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. "Kami akan minta keterangan tentang paspor yang dikeluarkan dan tidak menutup kemungkinan ada yang terlibat," ucap Rikwanto.

Antara J dan LD (koordinator perdagangan bayi) sudah bekerjasama sejak lama. Kalau cukup bukti, J akan ditingkatkan menjadi tersangka.

Sementara itu, penyidik berhasil menemukan kembali bayi yang dibeli dari sindikat perdagangan ini. Petugas mengambil dari kawasan Kedoya, Jakarta Barat tadi malam. Karena kondisinya sakit, maka polisi membawanya ke salah satu rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sejauh ini, sudah ada empat bayi yang ditemukan. Dua dirawat oleh pengasuh yang ditunjuk Polres dan dua dirawat di RS. "Dari dokumen yang ditemukan oleh penyidik, kami temukan salah satu bayi lagi," kata Rikwanto. (eh)

Rabu, 13 Februari 2013

Pemkot Depok Lamban Tangani Banjir, Warga Kesal

Banjir di perumahan Bukit Sawangan Indah, Depok.
Ratusan warga yang rumahnya terendam banjir mengeluhkan lambannya penanganan dan bantuan dari Pemerintah Kota Depok. Sampai saat ini, Rabu 13 Februari 2013, banjir masih melanda perumahan Bukit Sawangan Indah, Depok, Jawa Barat.

Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Kali Angke yang berada di belakang perumahan tersebut. Akibatnya, ratusan rumah pun sempat terendam banjir sedalam dua meter dini hari tadi. Namun kini ketinggian air telah berangsur surut hingga tinggal 50 sentimeter.

Meski demikian, warga merasa belum mendapat perhatian serius dari Pemkot Depok. Mereka pun melontarkan kekecewaannya karena takut musibah banjir di pemukiman mereka terulang. Sampai sekarang belum ada bantuan ataupun perbaikan tanggul. Kami khawatir jika hujan turun lagi, air akan kembali naik, kata Angga, warga RT 02 RW 05 Bukit Sawangan Indah.

Banjir kali ini tak hanya merendam barang-barang milik warga, namun juga sejumlah mobil. Saat ini warga korban banjir membutuhkan air bersih dan makanan siap santap. Warga belum bisa beraktivitas normal karena rumah mereka masih terendam.

Senin, 11 Februari 2013

Terminal Jatijajar Depok Ditargetkan Beroperasi 2014

Kemacetan yang kian parah di Jalan Margonda membuat Pemkot Depok membangun terminal baru di kawasan Tapos.
Proyek pembangunan Terminal Jatijajar di Tapos, Depok, Jawa Barat, ditargetkan rampung tahun 2014. Saat ini pembangunan terminal baru tersebut telah mencapai 75 persen.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengatakan, 75 persen infrastruktur terminal yang sudah selesai terdiri dari jembatan dan akses trayek. Jadi secara keseluruhan baru bisa beroperasi tahun 2014. Saat ini sudah ada angkot dengan akses trayek menuju Terminal Jatijajar. Kami juga sedang fokus membuat jalan baru menuju terminal baru, kata politisi PKS itu kepada VIVAnews, Selasa 12 Februari 2013.

Pemerintahan Kota Depok telah menyiapkan anggaran untuk betonisasi jalan di 61 titik jalan rusak sepanjang 48 kilometer. Anggaran yang digunakan berasal dari dana pemeliharaan APBD, kata Nur Mahmudi. Terminal Jatijajar yang terletak di Kecamatan Tapos ini akan menjadi terminal baru Depok. Terminal Depok yang kini berada di kawasan Margonda akan dipindah bertahap ke Jatijajar.

Terminal Jatijajar ini nantinya akan disejajarkan dengan akses masuk langsung ke jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) agar jalur menuju terminal itu terintegrasi. Terminal Jatijajar dibangun untuk mengatasi kemacetan di Jalan Margonda, Depok, yang kian parah.

Minggu, 10 Februari 2013

Polri Tangkap Pelaku Penjualan Gadis Asal Ukraina

Polisi memperlihatkan tersangka WNA Ukraina
Polisi menangkap empat orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Apartemen Gateway, di kawasan Ciledug Raya, Petukangan, Jakarta Selatan. Salah satu tersangka diketahui merupakan warga negara Ukraina yang menjadi buronan kasus perdagangan manusia (human trafficking).

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, mengatakan setelah melakukan pengembangan, penyidik langsung berkoordinasi dengan MCB Mabes Polri.

"Ternyata didapatkan jika tersangka ND merupakan buronan kasus perdagangan manusia. Satu tersangka lainnya SM sudah ditangkap terlebih dahulu. Dari pengembangan didapatkan jika ND terlibat dalam kasus tersebut," ujar Wahyu dalam jumpa pers di kantornya, Senin 11 Februari 2013.

Wahyu menjelaskan, awalnya aparat menangkap tersangka DA bin M dan Mp alias UC dengan barang bukti 1,5 gram sabu di Apartemen Gateway, Ciledug Raya, Petukangan, Jakarta Selatan, pada 2 Februari 2013.

Kepala Bagian Kejahatan Internasional MCB Interpol Mabes Polri, Komisaris Besar Hasan Malik, mengungkapkan bahwa Kepolisian Kiev menerbitkan catatan merah (red notice) terhadap ND sejak 2012.

"ND dituduh memasukkan sejumlah wanita asal Ukraina dan Uzbekistan untuk jadi pekerja seks komersial di Jakarta. ND bekerja sama dengan tersangka SM asal Uzbekistan yang sebelumnya ditangkap anggota Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu, karena kasus dugaan penculikan dan penyekapan," kata Hasan.

SM, kata Hasan, juga menjadi buronan kepolisian Uzbek dan ditangkap karena kasus penyekapan, serta penculikan terhadap ND. Setelah dilakukan pengembangan ternyata ND juga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia. (adi)

Kamis, 07 Februari 2013

BNN: Menanam Pohon Khat Bisa Dipidana

 Polisi Amankan ladang khat
Badan Narkotika Nasional memusnahkan tanaman khat atau chata edulis yang tumbuh di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Khat merupakan salah satu jenis narkoba yang dilarang ditanam sesuai dengan Undang-undang.

"Saat ini kami sedang melakukan edukasi, baik masyarakat maupun aparat. Tamanan ini masuk ke Indonesia. Mereka tanamnya di depan rumah, di kebun. Ini secara terbuka tanamanya karena memang mereka tidak mengetahui," ujar Kepala Humas BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto di Jakarta, Jumat 8 Februari 2013.

Kebanyakan warga Cisarua menggangap tanaman itu hanya sebagai teh Arab yang dijual mahal. Tanaman tersebut juga tumbuh liar tanpa harus dirawat oleh pemilik. Biasanya warga negara Arab yang singgah di kawasan Cisarua hanya menamam potongan pohon saja yang dibawa dari tempat asal mereka.

Selain di Cisarua, BNN juga mendapatkan laporan di Cianjur, Jawa Barat. Dalam waktu dekat BNN akan melakukan uji lab untuk mengetahui apakah tanaman tersebut sama dengan yang tumbuh di Cisarua.

Untuk di Jakarta sendiri, lanjut Sumirat, instansinya belum mendapatkan laporan adanya tanaman khat. "Setelah kami lakukan edukasi, sosialisasi dan masih ada juga yang menanam, maka akan kami pidana, itu sesuai dengan ketentuan Undang-undang Narkotika di mana mereka mengetahui dan memiliki dengan sengaja," kata Sumirat.

Menurut dia, BNN akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi, baik itu brosur, dan striker, jika tanaman itu berbahaya. "Kami bersyukurnya ditemukan saat ini, kalau 5-10 tahun ke depan berapa jumlah anak bangsa yang kena," ucap dia. (umi)

Jokowi Tak Antusias Tanggapi Hasil Survei

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Survei Pusat Data Bersatu (PDB) menempatkan Joko Widodo sebagai calon presiden 2014 paling potensial. Namun, Gubernur Provinsi DKI Jakarta itu mengaku enggan mengurusi hal tersebut. Jokowi mengaku saat ini hanya ingin fokus kepada permasalahan di Ibukota yang belum kunjung selesai.

"Saya mau fokus menyelesaikan banjir, menyelesaikan macet, Bajaj, monorel, MRT, itu yang mau saya selesaikan. Toh baru empat bulan bekerja," kata Jokowi, di Balai Kota, Kamis, 7 Februari, 2013.

Survei yang dilakukan 3-18 Januari 2013 ini membandingkan beberapa tokoh. Hasilnya, berdasarkan tingkat kesukaan masyarakat, Jokowi paling banyak dipilih dengan persentase hingga 65,3 persen.

Sementara toko-tokoh yang lainnya seperti Megawati mencapai 52,9 persen, Jusuf Kalla 59,2 persen, Prabowo Subianto 51,9 persen dan Rhoma Irama 50 persen.

Secara elektabilitas, lembaga yang dipimpin Didik J. Rachbini menemukan Jokowi unggul sebagai tokoh potensial capres dengan perolehan 21,2 persen disusul Prabowo Subianto 17,1 persen, Megawati 11,5 persen, Rhoma Irama 10,4 persen, dan Jusuf Kalla 7,1 persen. Tapi Jokowi tidak terlalu antusias menanggapi hasil tersebut. "Saya tidak ada mikir itu. Sama sekali tidak mikir. Saya cuma fokus sama masalah-masalah yang ada," ujarnya.

Selasa, 05 Februari 2013

Mantan Bidan Otak Komplotan Penjual Bayi

Sindikat penjualan bayi ditangkap
Penyidik Polres Metro Jakarta Barat akan menelusuri kaitan sindikat perdagangan bayi dengan penjualan bayi yang diiklankan di situs jual beli Tokobagus.com. "Kami akan dalami ke sana, kemungkinan itu pasti ada. Yang pasti mereka akan membawa ke luar negeri," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, Rabu 6 Februari 2013.

Kepada petugas, tersangka menjelaskan bahwa sistem pembelian bayi ini menggunakan uang tunai. Setelah dirasa cocok dengan calon pembeli, pelaku langsung memperlihatkan bayi yang akan dijual atau melalui foto. Menurut Hengki, sindikat ini ahli dalam urusan bayi karena diotaki oleh mantan bidan.

"Tersangka utamanya itu mantan bidan dan punya stempel bidan. Sejauh ini kami belum temukan adanya bayi yang langsung dicuri dari rumah sakit, ini akan kami kembangkan," kata Hengki.

Adapun tujuh tersangka yang diamankan yakni LD alias T (48) ibu rumah tangga, A (52) ibu rumah tangga, HS alias L (62) mantan bidan, R (51) dukun beranak, M (57) perantara, E (40) ibu rumah tangga dan LS (35) ibu rumah tangga.

Pelaku menjual bayi ke luar negeri dengan negara sasaran Singapura dan beberapa pulau di Indonesia. Bayi dibanderol dengan harga Rp10-80 juta. Para tersangka dijerat Pasal 83 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan denda Rp60 juta. (eh)

200 Pelajar Depok Digaruk Satpol PP di Mal

Pelajar Depok terjaring razia di mal.
Sebanyak 200 pelajar Depok terjaring razia Satpol PP dan Dinas Pendidikan. Mereka tak berkutik setelah tertangkap sedang berkeliaran di sejumlah arena pusat belanja atau mal di Depok, Selasa, 5 Februari 2013.

Para pelajar ini ditemukan masih memakai pakaian sekolah. Mereka beralasan, mampir ke mal karena waktu sudah di luar jam sekolah. Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail yang ikut dalam razia mengaku kaget dengan banyaknya pelajar yang terjaring.

"Saya harap tidak ada lagi yang berkeliaran dengan mengenakan seragam apalagi di jam belajar. Ke depannya, razia seperti ini akan terus kami gelar untuk memberi efek jera," kata Nur di Depok Town Square.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, razia gabungan ini berlangsung di lima mal. Razia juga melibatkan sejumlah kepala sekolah SMA dan SMP. Adapun wilayah yang dioperasi, yaitu Depok Town Square, ITC Depok, Margo City, D Mall, dan Ramayana Depok.

"Mereka yang terjaring razia akan kami data. Sanksi untuk kali ini baru sebatas teguran namun lain kali akan ada penindakan tegas," ucap Nur.

Senin, 04 Februari 2013

Ahok: Kenaikan Tarif Parkir Gedung dan Mal Wajar

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, mengatakan kenaikan tarif parkir off street di gedung dan pusat belanja adalah wajar. Dia menganggap itu sebagai salah satu cara untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Justru ini kan supaya orang lama-lama berpikir parkir mahal, dan akan memilih naik angkutan umum," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 4 Februari 2013.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan tarif asalkan masih dalam jumlah yang wajar. "Kalau dinaikkan ya boleh saja, namun tindakan ini tentu harus disertai dengan pengamatan dan hitung-hitungan dari pengelola gedung sendiri," katanya.

Ahok meyakini kenaikan tarif parkir tidak akan mempengaruhi kunjungan masyarakat ke pusat belanja. "Kalau dinaikkan begitu tinggi, mestinya pengunjung mal kan sepi, nyatanya mal berani naikkan. Bila ini dilakukan, orang lebih baik menggunakan transportasi umum kan," ujarnya.

Menurut dia, bila pengelola mal telah menaikkan tarif parkir, tugas pemerintah adalah membangun sistem transportasi umum yang memadai.

"Sekarang kami fokus bagaimana memperbanyak jumlah bus di Jakarta. Ini harus kami perbanyak di jalur busway itu, supaya lama-lama kalau parkir mahal orang cenderung naik bus," ucap dia.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan tarif parkir di dalam gedung. Untuk kendaraan roda empat, tarif sebelumnya hanya Rp 1.000-Rp 2.000 naik menjadi Rp 3.000-Rp 5.000 jam pertama. Sedang untuk jam berikutnya tarif dikenakan Rp2.000-Rp4.000.

Sedangkan kendaraan roda dua, yang biasanya dikenakan tarif Rp500 perjam, naik menjadi Rp 1.000-Rp 2.000. Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono mengatakan, kenaikan tarif parkir telah mempunyai dasar hukum yang telah ditetapkan dalam peraturan gubernur. (eh)

Minggu, 03 Februari 2013

Lelaki Mabuk Letuskan Pistol di Dekat Kafe Rolling Stone

Foto ilustrasi
SLT, 36 tahun, diamankan aparat Polsek Metro Pasar Minggu lantaran memiliki senjata api dan membuang tembakan 5 kali di depan umum, Minggu 3 Januari 2013. Pelaku melakukan hal itu dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol.

Kapolsek Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furyanto mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 00.30 WIB, tepatnya di samping Cafe Rolling Stone Jalan Ampera Raya, Cilandak Timur, Pasarminggu Jakarta Selatan.

"Saat diamankan kondisi tersangka dalam keadaan mabuk berat," ujar Adri kepada VIVAnews.

Adri menerangkan, kasus ini bermula saat tersangka dalam keadaan mabuk berjalan ke arah kafe Rolling Stone. Dia ingin masuk ke dalam kafe, namun dihadang petugas keamanan setempat. Kemudian tersangka meninggalkan kafe. Setelah di samping kafe, tepatnya di depan warung rokok, SLT melepaskan tembakan ke aspal sebanyak dua kali dan ke atas satu kali. Tembakan lain ia keluarkan ke atas setelah beberapa meter ia jalan. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti senjata api jenis Mag Provo Utah Kaliber 22 mm dan dua proyektil. "Ada tiga saksi yang yang kami periksa," kata Adri.

Jokowi Belusukan, Sidak Program Bersih-bersih Jakarta

Jokowi saat belusukan ke Jakarta Utara, Sabtu kemarin
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan bakal kembali membuat gebrakan demi mewujudkan Jakarta yang asri. Pada Minggu, 3 Februari 2013, dia kembali belusukanke pelosok-pelosok Jakarta Utara untuk mengecek pelaksanaan program yang diberi nama "Aksi Jakarta Bersih". Ini merupakan salah satu program kerja relawan Jokowi yang bertujuan membersihkan seluruh area Ibukota.

Aksi bersih-bersih ini mulai dilaksanakan secara perdana di daerah Lagoa dan Penjaringan dalam minggu ini. Namun, mantan walikota Solo ini terlihat kurang begitu puas dengan implementasinya di lapangan. Saat melakukan sidak di Gang 04 Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jokowi sempat berhenti beberapa kali untuk menengok saluran got yang masih terlihat dipenuhi sampah.

"Iya, bisa dilihat keadaannya gotnya. Kalau yang sudah dibersihkan, ya bersih. Tapi kalau yang belum dibersihkan, ya begini, alirannya masih mampet," ujar Jokowi kepada VIVAnews.

Dia berharap aksi bersih-bersih ini juga dapat ditiru di daerah lainnya di Jakarta. "Kalau semua daerah Jakarta punya program rutin semacam ini saja seminggu sekali, insya Allah Jakarta akan menjadi bersih," kata Jokowi.

Seperti biasa, kehebohan mewarnai aksi belusukan Jokowi. Warga Lagoa yang dikunjungi Jokowi ini terlihat berdesakan menyambutnya, sekadar untuk bersalaman ataupun minta berfoto bersamanya. (kd)

Jumat, 01 Februari 2013

DKI Selidiki Pungli dan Calo di Rusun Marunda

Warga korban banjir mulai tempati Rusun Marunda
Inspektorat Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini masih mengumpulkan bukti dugaan praktik percaloan yang dilakukan oknum pengelola Rusun Marunda. Tudingan praktek jual beli unit di Rusun Marunda ini berhembus setelah Pemprov DKI mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kusnindar. Sejumlah penghuni rusun mulai berani menyampaikan tuduhan praktik percaloan oknum pengelola. Kepala Inspektorat Franky Mangatas Pandjaitan, mengatakan instansinya akan melakukan evaluasi setelah bahan terkumpul. "Semua dievaluasi, termasuk dugaan pungli. Kalau internal kan ada kewajiban harus patuh dan taat pada peraturan berlaku. Soal sanksi, pasti ada," kata Franky, Jumat 1 Februari 2013.

Kemarin, Inspektorat sudah meninjau ke Rusun Marunda. Di sana ditemukan berbagai kerusakan fasilitas. Mulai dari instalasi air dan listrik yang belum terpasang. Termasuk juga soal penanganan pengelola Rusun Marunda terhadap warga korban banjir Muara Baru yang baru direlokasi. Menurut dia, hasil kunjungan ke Rusun Marunda akan dijadikan bahan pertimbangan Pemprov DKI untuk memperbaiki sejumlah fasilitas rusun.

Kusnindar dicopot terkait pungutan liar dan lambatnya relokasi korban banjir ke Rusun Marunda. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama, mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Kusnindar, banyak keluhan yang didapat dari warga. Salah satunya tidak adanya transparansi dalam pengelolaan rusun yang disubsidi oleh Pemprov DKI itu.

Ahok: Peserta Lelang Lurah dan Camat Harus Punya Terobosan

Joko Widodo dan Basuki Purnama saat memimpin rapat dengan seluruh lurah dan camat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, mengatakan keputusan untuk melelang jabatan lurah dan camat bagi PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta akan serius dilakukan. Pemprov DKI sudah menetapkan sejumlah syarat kepada PNS yang berminat menjadi lurah atau camat.

"Dia harus tahu apa maunya gubernur. Harus memonitor ke semua daerah. Jika gubernur tidak mau ada PKL sembarangan, caranya bukan diusir, tapi dicarikan tempat, ditata, dikasih izin perbaiki, pakai CSR, semua sudah ada," ujar Basuki di Balai Kota DKI, Jumat 1 Februari 2013.

Menurut Ahok, sapaan Basuki, calon pelamar dapat mencontoh blusukan keluar masuk kampung yang dilakukan oleh Gubernur Jokowi. Sehingga bisa mengetahui secara langsung masalah di lapangan.

"Kalau blusukan ke semua tempat kan yang lebih tahu harusnya Pak Lurah. Nah, lurah harus sudah mengerti sebelum gubernur tahu," ujarnya.

Bila lelang jabatan lurah dan camat sudah ditetapkan, dia mempersilahkan para PNS setingkat jabatan lurah dan camat atau lebih tinggi untuk melamar. "Tinggal nanti mengajukan saja. Saat ini sedang disiapkan bagaimana regulasinya," kata mantan bupati Belitung Timur ini.

Bagi yang berminat mengikuti lelang diharuskan membuat program kerja dan terobosan untuk memperbaiki daerah yang akan ia pimpin. Setelah nama peserta lelang masuk, selanjutnya akan dilakukan fit and proper test. Dari situ kemudian ditentukan apakah pelamar dianggap mampu atau tidak untuk menjadi lurah atau camat sesuai kriteria. (adi)